
![]() |
Warga Medan yang menerima manfaat Program UCH saat hendak berobat di RS yang ada di Deli Serdang |
Catatan: Muhammad Irwansyah Putra
Medan | buser-investigasi.com
Kesehatan menjadi modal utama setiap insan menjalani segala aktivitas roda kehidupan, tiada yang tau kapan sakit itu datang dan kepada siapa ia kehendaki. Sementara, si kaya dengan mudahnya mendapatkan perawatan segala fasilitas medis jika sakit menyerang, sedang si miskin harus tetap berjuang untuk mendapatkan perawatan yang seadanya, mengharap dari BPJS yang terkadang pun sering mengalami kendala administrasi pembayaran atau tunggakan tentunya menjadi momok yang menakutkan.
Dari segala rintihan serta doa para 'kaum recehan' memohon kepada sang ilahi agar kiranya diberi kemudahan melalui dari 'tangan-tangan' pemimpin yang bisa dapat membantu dan meringankan segala ketakutan untuk biaya perobatan kelak.
Dari doa yang terjawab, hadirnya seorang pemimpin Walikota Medan Muhammad Afif Bobby Nasution yang bersahaja mengayomi dari seluruh lapisan masyarakat, kepemimpinannya yang kelak 'Mengubah Musibah Menjadi Berkah' dengan program unggulannya, Universal Health Coverage (UHC) Jaminan Kesehatan Medan Berkah (JKMB) atau yang dikenal masyarakat dengan program berobat gratis hanya dengan membawa KTP tentunya warga berdomisili Kota Medan, ini terwujud berkat keseriusan Pemko Medan dalam memberikan jaminan kesehatan kepada warganya.
UHC-JKMB ini telah berjalan sejak 1 Desember 2022 yang sudah banyak dirasakan manfaatnya oleh warga Kota Medan yang telah sudah lama digaungkan oleh pemerintah Pusat sejak 1 Januari 2014 lalu.
Tak tanggung-tanggung, di masa kepemimpinan Wali Kota Medan Bobby Nasution, Pemko Medan pun menyiapkan anggaran hingga ratusan miliar rupiah agar program UHC JKMB tersebut bisa terwujud demi memberikan jaminan kesehatan gratis kepada warga Kota Medan.
Sebagaimana untuk diketahui, pada tahun 2021 Pemko Medan menyiapkan anggaran Rp. 161,6 Miliar, tahun 2022 Pemko Medan kembali mengejar warganya yang terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan dengan menyiapkan anggaran lebih dari Rp. 197,2 Miliar di tahun 2022 inilah program UHC di Kota Medan pun mulai diberlakukan pada 1 Desember 2022.
Pada tahun berikutnya, 2023 Pemko Medan menyiapkan anggaran lebih dari Rp243,1 Miliar untuk UHC. Kemudian di tahun 2024, Pemko Medan kembali menyiapkan anggaran lebih dari Rp213,6 Miliar. Semua ini agar program UHC di Kota Medan bisa terus berjalan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kota Medan.
Untuk pemimpin Walikota Medan terpilih nantinya dapat meneruskan program yang mementingkan rakyat seperti program UHC yang bisa di sebut salah satu prestasi yang dilakukan oleh pemko medan dibawah kepemimpinan Bobby Nasution sebelumnya.
Bila Pemerintah Provinsi sebagai perpanjangan tangan Pemerintah Pusat berhasil menerapkan UHC, maka seluruh Kabupaten/Kota di wilayah itu akan tercover oleh program UHC. (Wawan)