
![]() |
Penanganan Kurang Profesional, Pos-Pera Minta Bubarkan Saja ORI DIY |
Sleman - Buserinvestigasi.com
Persoalan sengketa tanah antara Sriyono, warga Kalurahan Bokoharjo, Sleman, dengan Sri Minarsih yang sudah berlangsung hampir tiga tahun (2022-2025) belum juga selesai. Sriyono sebagai pembeli tanah melaporkan dugaan penipuan dan penggelapan kepada Polres Sleman dan Ombudsman RI Daerah Istimewa Yogyakarta (ORI DIY), namun hingga kini belum ada hasil yang memadai.
Polda DIY justru mengeluarkan SPDP kepada Kejaksaan Negeri Sleman dengan Sri Minarsih sebagai pelapor, sementara Sriyono bersama timnya merasa kecewa karena berkas penyidikan dari Polres Sleman belum juga diproses. "Penyidik hanya bilang tinggal tunggu tim ahli, tapi sampai sekarang belum ada perkembangan," ungkap Sriyono.
Sebagai langkah lanjut, Pos-Pera yang mendampingi Sriyono melaporkan masalah ini ke ORI DIY. Namun, mereka mengkritik penanganan ORI DIY yang dinilai lamban dan prosedural. "Kami sangat kecewa karena Ombudsman hanya bicara soal prosedur, tidak ada tindakan nyata," kata Dani Eko Wiyono, Koordinator Pos-Pera.
Dani menegaskan bahwa jika ORI DIY tidak bisa memberikan solusi, lebih baik lembaga tersebut dibubarkan. "Jika tidak bisa melayani masyarakat, lebih baik bubarkan saja," tegasnya. (RA)